GURU INPIRASI UNTUK INDONESIA

///GURU INPIRASI UNTUK INDONESIA

Hari guru mewakili sebuah kepedulian, pemahaman, dan apresiasi yang ditampilkan demi peran vital guru, tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan namun membangun generasi. Guru memiliki pekerjaan berat. Melawan paradigma tentang sekolah yang hanya untuk mendapatkan selembar ijazah sebagai bekal melanjutkan ke jenjang selanjutnya maupun mencari kerja.

Di Indonesia, hari guru diperingati pada tanggal 25 November. Sedangkan di dunia hari guru diperingati setiap tanggal 5 Oktober sejak tahun 1994. Tujuan diperingatinya hari ini adalah untuk memberikan dukungan kepada para guru di seluruh dunia dan meyakinkan mereka bahwa keberlangsungan generasi di masa depan ditentukan oleh guru. Hari guru adalah hari dimana kita memperingati jasa yang selama ini telah diberikan oleh sang pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka dengan ikhlas menyampaikan ilmu yang telah mereka peroleh semasa menuntut ilmu. Mereka mengamalkan ilmu mereka kepada para calon penerus bangsa ini.

Sejarah Hari Guru diawali dengan lahirnya PGRI pada 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932.

Keberadaan guru sangat penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Guru merupakan tonggak penting keberhasilan pendidikan. Guru pula yang menentukan generasi penerus bangsa memiliki kompetensi guna menghadapi tantangan dalam hidupnya. Maju mundurnya pendidikan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas guru. Apa yang ditanamkan oleh guru, itu pula yang akan kita dapati pada sosok anak-anak bangsa dimasa mendatang.

Ada empat tipe guru. Pertama, guru yang hanya bisa memindahkan informasi dari buku ke peserta didik. Kedua, guru yang bisa menjelaskan sebuah masalah atau buku ajar. Ketiga, guru yang bisa menunjukkan materi ajar dengan baik. Keempat, paling ideal, adalah guru yang bisa menjadi inspirasi bagi muridnya.

Di zaman milenial saat ini, yang dibutuhkan adalah guru yang menginspirasi. Guru yang mampu memanamkan optimisme dan nilai-nilai luhur kepada peserta didik. Namun tidak semua guru yang bisa menjadi guru menginspirasi. Ada guru yang hanya sekedar mengajar. Hanya memindahkan materi dari buku (transfer of knowledge) kepada siswa.

Anies Baswedan, penggagas gerakan Indonesia Mengajar mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan guru inspiratif yaitu guru yang mampu menjadi lilin yang menerangi kegelapan di sekelilingnya.

Sosok guru inspriratif adalah seperti guru Muslimah dalam novel Laskar Pelangi. Seorang guru yang sangat mengkawatirkan keberlangsungan pendidikan. Kekhawatiran terhadap sekolah yang terancam tutup karena kekurangan siswa. Seorang guru yang menerima apa adanya kondisi siswa. Tidak membeda-bedakan bagaimana keadaan dan kemampuan siswa. Guru Muslimah tetap menerima Harun, siswa yang berkebutuhan khusus dan membutuhkan kesabaran dalam mendidik. Tidak rendah diri meskipun kalah pintar dengan Lintang. Mau menerima anak-anak miskin di Belitong dengan sebuah tanggungjawab bahwa pendidikan (dan sekolah) adalah hak setiap anak. Guru Muslimah adalah guru yang bisa membangkitkan optimisme siswa. Mampu mengubah keterbatasan fasilitas sekolah yang apa adanya menjadi prestasi.

Begitu pula dengan sosok fenomenal Een Sukaesih, seorang guru yang lumpuh namun tidak menjadi penghalang untuk membagi ilmu kepada siswa walaupun harus mengajar di atas tempat tidur. Bu Guru Een terkena penyakit rematoid artifis yang membuat anggota badannya tidak bisa digerakkan. Warga Dusun Batukarut, Desa Cibereum Wetan, Cimalaka, Sumedang, Jawa Barat ini hampir 26 tahun mengabdikan diri mengajar kepada anak-anak di sekitar rumahnya. Tanpa minta bayaran pula. Semuanya dilakukannya dengan keikhlasan. Tanpa pamrih. Berkat kesabarannya dalam mengajar, anak-anak pun datang silih berganti. Keterbatasan fisik tidak menghalanginya untuk berbagi ilmu dan kasih sayang.

Menjadi guru inspiratif tidak dibatasi pada usia dan masa pengabdian. Guru inspiratif tidak hanya milik guru senior, guru muda pun bisa menjadi guru inspiratif. Menjadi guru bukanlah tentang lama atau baru. Tapi untuk dia yang mampu menginspirasi.

Menjadi guru inspiratif bukanlah hal mustahil. Dan tentu saja, kita berharap Indonesia memiliki lebih banyak lagi guru inspiratif.  Apakah Indonesia punya guru inspiratif? Saya yakin punya, bahkan jumlahnya lebih banyak. Ada yang terekspos media, ada pula yang tetap menginspirasi ditengah sunyi. Menjadi guru inspiratif bukanlah hal mustahil. Dan tentu saja, kita berharap Indonesia memiliki lebih banyak lagi guru inspiratif.(Hes50)

 

 

 

2019-11-29T10:40:00+07:00