Launching Buku “Guru Iku Yo Iki” di Hari Kebangkitan Nasional

//Launching Buku “Guru Iku Yo Iki” di Hari Kebangkitan Nasional

Hari Kebangkitan Nasional atau yang disebut juga dengan Harkitnas diperingati setiap tanggal 20 Mei. Hari Kebangkitan Nasional adalah sebuah momen di mana bangsa Indonesia pada tahun 1908 mulai membangkitkan semangat perjuangan untuk meraih kemerdekaan.

Semangat Boedi Oetomo dinilai masih relevan dengan kondisi Indonesia saat ini yang masih berjuang di tengah kondisi ekonomi dunia, ketegangan geopolitik global, dan juga tentunya bergerak sedikit demi sedikit mencoba bangkit dari pandemi Covid-19. Kita patut memaknai kebangkitan nasional sebagai upaya kolektif bangsa untuk memperkuat persatuan bangsa.

Pada tahun 2022 ini, Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-114 memiliki tema “Ayo Bangkit Bersama!”. Tema ini diangkat dalam rangka seruan kebangkitan bersama bangsa Indonesia setelah berjuang menghadapi pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama dua tahun lebih.

Seiring semangat harkitnas tersebut, seorang guru berbakat dari SDIT Miftahul Ulum Cinere Depok kembali meluncurkan buku ke-3nya yang diterbitkan oleh Goresan Pena Bandung. Buku yang diberi judul Guru Iku Yo Iki ini awal penulisannya terinspirasi dari nasihat Dr.K.H.Abdullah Syukri Zarkasih,M.A. pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo tentang membangun jiwa seorang guru melalui pendekatan yang bersumber dari hati.

Beliau menyampaikan, “Materi pembelajaran itu penting, akan tetapi metode pembelajaran lebih penting dari materi pembelajaran. Metode pembelajaran itu penting, akan tetapi seorang guru lebih penting dari metode pembelajaran. Seorang guru itu penting, akan tetapi ruh (jiwa) seorang guru itu lebih penting dari guru itu sendiri.”

Buku Guru Iku Yo Iki memberikan inspirasi kepada guru dalam mengetahui lima hal perusak hati, bahaya maksiat terhadap hati, menuju ketenangan hati, cerita panjang tentang kegagalan, ketika melewati jalan mendaki, permasalahan dalam mendidik, peran asasi guru, mengembalikan spirit yang hilang, mengubah kebosanan menjadi kerinduan, dan mereka yang memiliki amal unggulan.

Testimoni dari beberapa pembaca yang sudah membaca buku ini pun beragam. Setelah membaca buku ini, terasa membaca buku Buya Hamka tapi juga ada gaya Imam Gazali juga, ujar Pak Iwan seorang Kepala Sekolah SDN di kawasan Bojongsari Depok sambil mengacungkan jempol sebagai sebuah apresiasi.

Testimoni berikutnya dari Ustadz Mustaqiem, guru tahfidz di SDIT MU Cinere Depok yaitu, “Alhamdulillah,… dengan hadirnya Buku Guru Iku Yo Iki, memberikan banyak pencerahan kepada pembacanya terkhusus kepada seorang guru dengan penulis yang berlatar belakang pendidikan guru, terlebih menggunakan kalam-kalam yg sederhana menjadikan Buku Guru Iku Yo Iki mudah difahami dan cocok untuk semua kalangan”.

Selanjutnya ada Pak Dede Suryadi, waka kesiswaan sebuah sekolah islam unggulan di kota Depok pun berpendapat, “Sungguh luar biasa bukunya, banyak ilmu yg bisa kita ambil dan terapkan bagi siapapun terlebih mereka yg bercita cita menjadi pendidik.”

2022-05-25T09:35:49+07:00 22 views