PTMT: Kado Istimewa

///PTMT: Kado Istimewa

Pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) mulai dilaksanakan sekolah-sekolah di Kota Depok  Provinsi Jawa Barat mulai Senin 4 Oktober 2021. Hari itu merupakan hari istimewa untuk sekolah, guru, siswa dan orang tua

Pelaksanaan PTMT tertuang dalam surat edaran, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok No: 421.3/12418/IX.2021/Disdik. Surat edaran tersebut perihal Pertemuan Tatap Muka Terbatas. Surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, merujuk pada SK Walikota Depok No. 66 tanggal 20 September 2021. Dalam surat edaran tersebut memberikan beberapa pedoman dalam penyelenggaraan PTMT.

Pedoman tersebut diantaranya, pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dari tanggal 4 Oktober 2021 sampai dengan 23 Desember 2021, orang tua dapat memilih PTMT atau BDR (belajar dari rumah) bagi putera puterinya dengan membuat surat pernyataan, tidak ada waktu istirahat, peserta didik langsung pulang setelah pembelajaran selesai, jadwal PTMT diatur oleh satuan pendidikan, satuan pendidikan harus memastikan protokol kesehatan dipatuhi dan dilaksanakan dengan disiplin untuk menghindari penyebaran covid-19.

Merujuk pada pedoman di atas, SDIT Miftahul Ulum sebagai salah satu sekolah di kota Depok melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas. Pelaksanaan PTMT berkolaborasi dengan berbagi pihak guna membantu mengawal dan mendukung penerapan protokol kesehatan (prokes). Kolaborasi perlu dilakukan agar tidak terciptanya klaster baru saat PTMT di Kota Depok.

Kolaborasi semua pihak, dari guru hingga orang tua. Di rumah, orang tua harus memastikan prokes anaknya saat menuju sekolah dan pulang ke rumah. Terutama orang tua harus memastikan kondisi kesehatan anaknya dan membawa hand sanitizer. Selain itu, siswa harus membawa air minum dari rumah, memakai masker dan membawa masker cadangan, serta sarapan dengan gizi seimbang

SDIT Miftahul Ulum, berusaha untuk memberikan pelayanan prima guna menunjang pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas. Hal tersebut dilakukan dengan melengkapi sarana dan prasarana penunjang, seperti penambahan tempat cuci tangan, penyediaan pengukur suhu badan otomatis yang dilengkapi dengan cairan hand sanitizer yang diletakan di setiap pintu masuk, penyemprotan disinfektan secara berkala sebelum dan sesudah PTMT dilaksanakan, memastikan semua guru dan tenaga kependidikan sudah divaksin secara lengkap.

Prokes yang diterapkan di SDIT Miftahul Ulum selama PTMT adalah sebagai berikut. Saat masuk gerbang sekolah, siswa dicek suhu badanya dengan termogun lalu siswa mencuci tangan mengunakan sabun dengan air mengalir. Sealnjutnya siswa diantar oleh guru ke kelas masing-masing, siswa duduk sesuai dengan posisi yg sudah diatur oleh guru (berjarak).

Setelah selesai pembelajaran siswa diminta untuk mencuci tangan, pulang secara bergiliran sesuai kelas dan menunggu dengan posisi berjarak ditempat yang sudah disediakan. Sekolah hanya memperbolehkan siswa pulang jika sudah dijemput. Jika belum dijemput, siswa diharuskan tetap berada di dalam area sekolah. Hal tersebut dilakuakan untuk menghindari terjadinya kerumunan atau bermain dengan orang lain di luar sekolah.

Sekolah memberikan sosialisasi dan edukasi kepada orang tua dan guru, agar dapat bekerjasama menjaga prokes untuk menunjang PTMT. Orang tua dan guru pun harus memiki perhatian khusus, misalnya ada keluhan dengan anak atau gurunya sendiri, walaupun hanya demam sedikit, tidak diizinkan untuk datang ke sekolah. Bahkan bila ada anggota keluarga yang terindikasi terpapar, namun anaknya sehat, tetap tidak dizinkan untuk mengikuti PTMT. (Hes50)

2021-10-07T11:40:10+07:00 84 views