SDIT Miftahul Ulum Pastikan Pembelajaran Tetap Prima saat Pandemi

///SDIT Miftahul Ulum Pastikan Pembelajaran Tetap Prima saat Pandemi

Kegiatan belajar mengajar di sekolah menjadi salah satu bagian yang terdampak pandemi Covid-19. Sampai saat ini, sekolah belum diizinkan kembali oleh pemerintah untuk melaksanakan proses pembelajaran secara tatap muka, sehingga peserta didik masih tetap melaksanakan belajar dari rumah atau yang sering diistilahkan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ), belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran dalam jaringan (daring).

SDIT Miftahul Ulum sebagai salah satu lembaga pendidikan formal terus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan baik, meskipun peserta didik berada di rumah. Berbagai metode pembelajaran secara daring digunakan agar tidak menurunkan kualitas pelayanan dan pembelajaran bagi peserta didik maupun mutu pengajaran para guru. Terkait hal itu, SDIT Miftahul Ulum terus menyusun inovasi metode dan media pembelajaran dengan memanfaatkan media daring.

Sistem pembelajaran di SDIT Miftahul Ulum dilaksanakan melalui perangkat smartphone, personal computer (PC), dan laptop yang terhubung dengan jaringan internet. Guru dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama dengan menggunakan grup di media sosial seperti Whatsapp (WA), aplikasi Zoom, dan Great School sebagai aplikasi CMS penunjang pembelajaran.

Guru-guru di SDIT Miftahul Ulum dalam proses pembelajaran berusaha memberikan pelayanan prima saat PJJ. Beberapa peserta didik dengan segala keterbatasan kemampuan berpikir dan keterbatasan perangkat media pembelajaran daring, tetap dilayani dengan baik sehingga dapat memaksimalkan proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan tahapan-tahapan untuk mewujudkan pelayanan PJJ yang prima bagi peserta didik.

Tahapan pemberian pelayanan prima kepada peserta didik yang mendasar adalah dengan bentuk memberikan motivasi berkesinambungan. Peserta didik dipahamkan bahwa PJJ merupakan salah satu alternatif terbaik saat ini pada masa pandemik seperti sekarang ini.

Pelayanan prima juga bisa diwujudkan dengan membangun komunikasi yang baik antara guru dengan orang tua/wali peserta didik. Peranan orang tua dalam pembelajaran jarak jauh adalah sebagai garda terdepan dalam mendampingi anak mereka melaksanakan proses pembelajaran. Pelayanan komunikasi dengan orang tua akan memberikan alternatif solusi kepada orang tua dalam usaha mendampingi anak selama belajar di rumah.

Pembelajaran jarak jauh juga menuntut SDIT Miftahul Ulum untuk merancang ulang kurikulum maupun target kurikulum karena daya dukung pelaksanaan PJJ relatif berkurang jika dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka yang diselenggarakan di sekolah. Sehingga guru harus mampu mengidentifikasi materi pembelajaran yang ideal untuk dilaksanakan saat PJJ, sehingga pelajaran yang tepat akan memudahkan peserta didik memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru, sehingga peserta didik memperoleh manfaat yang optimal dari pembelajaran di tengah kondisi keterbatasan.

Sebagi contoh, mata pelajaran yang memerlukan praktik seperti pembelajaran TIK, Bahasa Arab, Bahasa Ingris, Olahraga dan Tahfiz, selain pembelajaran dilakukan secara daring, pembelajaran juga disampaikan dengan metode demonstrasi terbatas, yaitu dengan menggunakan video tutorial. Video tutorial yang dirancang dengan mempertimbangkan kondisi kemampuan peserta didik dalam mengaksesnya. Dengan pertimbangan tersebut, guru berusaha membuat video yang lebih mudah dipahami oleh peserta didik terkait materi pembelajaran yang disampaikan dalam video tutorial tersebut.

Pembelajaran jarak jauh memiliki kompleksitas permasalahan yang berbeda antara peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lain. Permasalahan itu dapat bersumber dari ketersediaan perangkat yang mendukung PJJ, ketersediaan dukungan jaringan internet, pengumpulan tugas  serta pendampingan peserta didik di rumah saat PJJ. Oleh karena itu, guru-guru SDIT Miftahul Ulum juga memberi keringanan kepada peserta didik dengan memberikan durasi yang panjang dalam pengumpulan tugas, adanya video tutorial, ataupun rekaman saat pembelajaran daring untuk siswa yang tidak bisa mengikuti kegiatan pertemuan online karena terkendala perangkat atau jaringan internet.

Yang tak kalah penting, pemantauan proses PJJ yang dilaksanakan merupakan pelayanan prima yang perlu dilaksanakan dengan baik sehingga guru dapat mengetahui keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Sepekan sekali guru merekapitulasi kehadiran dan perkembangan tugas yang dikumpulkan oleh peserta didik. Guru menindaklanjuti data tersebut dengan memberikan saran dan peringatan kepada peserta didik yang kurang rajin mengikuti pembelajaran. Dengan adanya kepedulian dari guru diharapkan peserta didik akan selalu terpantau keaktifannya dan bisa diberi solusi secara lebih dini apabila ada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Sebagai bagian dari pelayanan prima SDIT Miftahul Ulum kepada peserta didik diwujudkan dalam bentuk kegiatan kunjungan ke rumah (home visit). Kegiatan terserbut dilakukan dengan metode satu guru mengajar satu siswa dan mendatangi siswanya satu persatu di rumah mereka. Setiap siswa mendapatkan jatah selama 90 menit per kunjungan, dan hanya satu kali kunjungan dalam satu semester. Kegiatan dapat dilakukan oleh guru setelah mendapatkan izin dari orang tua murid. Kunjungan ke rumah ini tidak hanya ditujukan untuk membantu kepada peserta didik yang mengalami kesulitan saat PJJ namun diharapkan komunikasi segita emas tetap terjalin, antara sekolah, guru, dan orang tua murid melalui program ini.

Memberikan apresiasi atau penghargaan kepada peserta didik yang rajin dan berprestasi dalam PJJ juga merupakan salah satu bentuk pelayanan prima yang diakukan oleh SDIT Mifftahul Ulum. Hal tersebut diwujudkan dengan memberikan apresiasi secara lisan atau tulisan kepada peserta didik tersebut. Bentuk lain dari apresiasi tersebut adalah dengan memberikan hadiah yang mendidik dan bermanfaat dalam proses pembelajaran kepada beberapa peserta didik yang berprestasi. Harapannya akan memberikan stimulus kepada semua peserta didik untuk terus meningkatkan keaktifan mereka dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Guru dalam sebuah proses pembelajaran harus menyadari tugasnya sebagai pendidik, sehingga diperlukan kemauan untuk memberikan alternatif solusi dari kesulitan dan tantangan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh. Dengan harapan di tengah keterbatasan pada masa pandemi ini peserta didik tetap memperoleh layanan pembelajaran yang terbaik, sebagai bekal mereka di kehidupan masa depan. Lebih dari itu, bisa melayani peserta didik dengan prima adalah sebuah amal kebaikan dan kebanggaan bagi SDIT Miftahul Ulum. (Hes50)

2021-02-10T11:47:27+07:00