Sepenggal Episode dari “Market Day”

//Sepenggal Episode dari “Market Day”

Belajar tidak hanya di dalam kelas, tapi juga bisa dilakukan di luar kelas. Salah satu pembelajaran yang paling berkesan untuk para siswa adalah belajar melalui pengalaman secara langsung. Berdasarkan hal demikianlah, maka hari ini kelas IV SDIT Miftahul Ulum melakukan pembelajaran “Market Day” pada Rabu, 19 Februari 2020. Dilaksanakan saat jam istirahat yaitu pukul 09.30-10.00. Pengunjung “Market day” tidak hanya adik dan kakak kelas, tapi juga dihadiri oleh guru-guru dan bahkan orang tua murid.

Antusias dan semangat siswa dalam menawarkan dagangannya. Harga yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal, sangat cocok dengan kantong siswa. Mereka berdagang sepertinya tidak melihat untung maupun rugi. Yang terpenting adalah bagaimana supaya dagangan yang mereka tawarkan laku dan habis terjual. Hiruk pikuk suara siswa dalam menawarkan dagangannya. “Ikan….ikan…murah kok harganya Rp 2.000”, kata seorang siswa sambil menawarkan dagangannya.

Melalui pengalaman secara langsung yaitu dengan berjualan barang-barang yang dibawa dari rumah, mengajarkan siswa untuk saling bekerja sama, toleransi, menghargai, mandiri, dan lain-lain. Juga mengajarkan mereka, cara mengatur strategi agar jualan mereka bisa menarik pembeli dan akhirnya jualannya habis.

“Bu, jualannya saya ga laku?”, kata siswa kepada gurunya. “Ayo dong, bagaimana caranya supaya dagangan kamu laku?”, kata seorang guru. Akhirnya siswa melihat keadaan sekeliling dan mulai bekeliling menawarkan dagangannya kepada kakak, adik kelas dan guru bahkan orang tua murid.

Terdengar bunyi bel tanda jam istirahat selesai. Selesai pula aktivitas berdagang mereka. Ada raut wajah yang ceria dan senyum yang merekah ketika melihat dagangan mereka habis terjual tanpa sisa dan menghasilkan sejumlah uang. Ada juga yang masih sisa dagangan mereka, tapi mereka tidak patah semangat. Mereka menjual barang dagannya dengan diobral maupun diberikan secara cuma-cuma kepada teman atau bahkan kepada gurunya. Bahkan hasil penjualan mereka diinfakkan . Alhamdulillah…. “Nikmat mana lagi kah yang kamu dustakan”. Sungguh pendidikan karakter yang patut diacungi jempol. (HH)

2020-03-05T11:31:44+07:00