Testimoni Orang Tua Murid SDIT Miftahul Ulum

//Testimoni Orang Tua Murid SDIT Miftahul Ulum

 

Sambutan Bapak Muhammad Yusuf (Orang Tua Ghazi Al Amilin) saat mewakili Orang Tua Murid kelas VI angkatan XII (Cosmic 12) SDIT Miftahul Ulum dalam acara Khotmul Quran kelas VI (Kamis, 27 April 2017)

Saya adalah ayah dari Ghazi Al Amilin,

dan istri saya Irma Elong meluluskan anak kami 4 angkatan, mungkin ibu-ibu tahu kalau saya aktif dari TK sampai SD. Dari tahun 2004 saya menginjakkan kaki di SDIT Miftahul Ulum dari anak saya yang pertama hingga terus adik-adiknya menyusul, ternyata mereka tidak mau beranjak dari SDIT Miftahul Ulum, dari anak pertama sampai anak ke tujuh kami. Alhamdulillah

Lalu mengapa saya seperti ini, semua ini tidak lain dan tidak bukan karena keikhlasan kami selaku orang tua untuk menyekolahkan di sekolah SDIT Miftahul Ulum yang penuh dengan kekeluargaan.

Anak-anakku sekalian angkatan 12, acara Khotmul Quran adalah acara yang sangat mengena untuk orang tua kalian semua, jadi pada kesempatan ini saya sedikit mengutarakan beberapa prakata. Yang pertama anak kami adalah angkatan ke-6 yaitu Futiha Rudini Yang kedua adalah angkatan ke-8 yaitu Hilmy Baqir Adam dan ketiga, angkatan ke-9 yaitu Hanifah Amalia Haq, Alhamdulillah anak-anak kami setelah khotmul quran ada yang melanjutkan sekolah di MTS Negeri dan sampai sekarang Ghazi Al Amilin Alhamdulillah insyaAllah juga melanjutkan ke sekolah berbasis agama yaitu MTSN Al Azhar Asy Syarif, ini tidak lain dan tidak bukan karena hasil kerja keras bapak dan ibu guru tercinta SDIT Miftahul Ulum ini, kami hanya orang tua yang seperti tadi KH. Abdullah menyatakan anak kita kalau di ajarkan orang tua 5 menit sudah beranjak.

Walaupun saya guru, istri pun guru, tapi kalau anak sendiri diajarkan oleh kita biasanya tidak pernah mau. Seperti pernah saya dengar waktu saat kuliah, bahwa mendidik orang lain lebih mudah daripada mendidik anak sendiri, dan itu terjadi pada diri saya. Maka dari itu, saya serahkan pendidikan ini kepada yang terbaik buat anak-anak kita yaitu SDIT Miftahul Ulum.

Alhamdulillah… bapak dan ibu guru serta teman-teman anak kami adalah keluarga besar yang saling menyatu yang pernah saya rasakan lulusan-lulusan SDIT Miftahul Ulum. Kekeluargaan serta agamanya yang paling utama. Saya pun sebagai kepala dalam keluarga selalu menanamkan yang diajarkan oleh orang tua saya, tanamkanlah anakmu dalam agama supaya di kemudian hari dia bisa membanggakan kita dan tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang buruk di dalam lingkungan dan di luar kita. Saya berharap kepada anak-anakku sekalian setelah kalian lulus dari sini, untuk melanjutkan cinta Al Quran dan amalkan isinya! insyaAllah kalian adalah generasi-generasi gemilang.

Haqqul yaqin kalau kita belajar agama dengan sungguh-sungguh insya Allah segalanya akan berjalan dengan mudah, dan insya Allah juga nanti saat kalian UN, dari bapak dan ibu guru serta yayasan berharap diberikan kemudahan atas upaya kalian yang akan dijalankan esok hari.

Jadi kami selaku orang tua merasa bangga kepada anak-anak, terutama guru-guru kami yang ada di Yayasan Miftahul Ulum serta guru-guru kami yang ada di SDIT Miftahul Ulum yang mampu mendidik anak-anak kami menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah, itu harapan kami. Dan ternyata kami merasakannya, tinggal kami atau saya meneruskannya jenjang-jenjang selanjutnya. Seperti KH. Abdullah menyatakan jangan salah pilih sekolah, saya juga hampir mengalami hal-hal seperti itu bapak dan ibu. Anak kita itu adalah anak-anak yang Islam dan generasi Islam yang bagus. Tapi setelah menginjak usia 18 tahun, 15 tahun ke atas tidak mudah bapak dan ibu, kita akan kewalahan mereka akan mengenal lingkungan yang baru, yang lebih banyak tidak Qur’ani.

Saya berharap kepada anak-anak sekalian, tanamkan dalam diri kalian untuk menjadi generasi Islami, Qur’ani, Insan gemilang demi masa depan dunia dan akhirat.

Saya sangat berterimakasih atas didikannya, amanah-amanahnya yang diberikan ke anak-anak kami semua. Mudah-mudahan amal-amal bapak dan ibu guru diterima oleh Allah SWT. Pesan kami sebagai orang tua tetaplah good mempertahankan anak-anak kita menjadi generasi Islami dan Qur’ani selanjutnya untuk anak-anak kami jangan putus sampai di sini, masih banyak tantangan hidup yang kalian harus tahu, yang penting tanamkan Qur’an supaya nanti  insya Allah kita semua menjadi Ahli Surga. Aamiin

2017-05-03T08:02:14+07:00